Share

DAMPAK NEGATIF ANAK MENGIKUTI BANYAK LES!

Saat anak memasuki masa sekolah tentunya ini adalah dunia baru bagi anak-anak. Anak akan menerima banyak pengalaman dan teman-teman baru.

Sebagai orang tua terkadang timbul rasa khawatir, anak akan mengalami kesulitan mengikuti pelajaran yang diberikan. Rasa khawatir yang berlebihan ini lah yang akhirnya membuat orang tua mengambil tindakan dengan mengikut sertakan anak dalam berbagai kegiatan les.

Anak juga manusia biasa seperti halnya orang tua, tentunya sebagai manusia juga memiliki keterbatasan fisik dan mental. Terutama anak-anak yang rentan mengalami kelelahan fisik dan mental.

Sepanjang hari anak menghabiskan waktunya di sekolah dan menghadapi berbagai macam mata pelajaran. Dari sekolah biasanya anak selalu dibekali tugas yang harus dikerjakan di rumah. Jika dihitung waktu anak untuk bermain dan beristirahat sangatlah kurang. Apalalagi jika anak diikutkan les tambahan yang begitu banyak menyita waktu.

Jadwal yang terlalu padat dapat mengakibatkan anak mengalami kelelahan. Bahaya yang dapat ditimbulkan jika anak terlalu banyak mengikuti les, yaitu:

  1. Mudah Tertekan

Jika anak sampai mengalami kondisi tertekan dan trauma maka akan mempengaruhi perkembangan emosinya yang juga akan membekas pada memori otak anak.

Ciri anak yang mengalami tekanan adalah emosi tidak terkendali, mudah marah, jika anak pendiam maka ia akan semakin menutup diri dan melakukan tindakan-tidakan diluar dari kebiasaanya.

Cara terbaik untuk menghadapi masa anak-anak adalah sediakan waktu yang cukup untuk bermain, selalu mengajak anak berbicara dan menanyakan tentang kesukaan anak. Arahkan menurut minat dan bakat anak, supaya anak dapat menikmati hari-harinya.

 

  1. Menurunnya Motivasi Diri

Anak yang terlalu banyak mengikuti kegiatan yang tidak disukainya akan membuat anak menjadi kehilangan semangat. Terlebih lagi jika memiliki orang tua yang selalu memberikan kegiatan yang tidak disukai anak, tentunya anak akan mengalami kehilangan semangat hidup.

Salah satu ciri anak yang kehilangan motivasi diri adalah malas melakukan segala sesuatu, termasuk sesuatu yang disukainya termasuk bermain.

Sebagai orang tua yang bijak pasti tahu yang terbaik untuk anak. Sama seperti hal nya anak juga membutuhkan kebebasan. Berikan kesempatan anak untuk menikmati hari-harinya dan kembangkan potensi yang ada di dialam diri anak.

Anak yang bahagia dan orang tua mendukung perkembangan positif anak, akan menciptakan suatu keharmonisan dalam keluarga dan menjadi faktor pendukung kesuksesan anak.